Brokoli adalah keluarga kubis-kubisan yang bentuknya seperti bunga kol tapi bukan berwarna putih melainkan hijau. Brokoli ( Brassica oleracea L. Kelompok Italica ) biasanya dimasak dengan cara dikukus, rebus, goreng dan tumis. Akan lebih baik diolah dengan cara dikukus supaya kandungan gizinya tidak terlalu banyak terbuang. Brokoli mengandung asam folat, vitamin C, vitamin A, vitamin E, vitamin B6, serat makanan yang banyak, senyawa glukorafanin ( bentuk alami dari senyawa antikanker sulforafana ) dan senyawa isitiosianat sebagai sulforafana antikanker, selain itu juga mengandung vitamin K dan kalsium serta magnesium dan kalium yang lumayan tinggi. Dilihat dari semua kandungan yang terdapat di dalam brokoli ini tidak dapat terelakkan lagi begitu banyak manfaatnya bagi kesehatan kita.
Brokoli bermanfaat untuk tubuh misalnya dengan kandungan serat yang tinggi baik untuk sistem pencernaan & program diet penurunan berat badan. Dari kandungan vitamin yang ada, bisa membantu pemeliharaan kesehatan mata, stamina, kulit dan sumber kalsium bagi tubuh. Selain itu dengan adanya beberapa senyawa yang terkandung di dalamnya mampu membantu kita dalam pencegahan terhadap kanker dan secara tidak langsung membantu menjaga kesehatan pembuluh darah sehingga menghindari kita dari penyakit kardiovaskuler seperti darah tinggi, stroke dan jantung.
Melihat begitu banyak manfaat yang terkandung dalam brokoli ini, disarankan kita mengkonsumsinya dengan cara pengolahan yang benar agar kandungan vitamin dan kandungan gizi lainnya tidak banyak terbuang pada saat pengolahan makanannya.Salah satu contohnya jika direbus dalam waktu lama akan membuang 50% kandungan asam folat di dalamnya, disarankan untuk tidak merebusnya lebih dari 5 menit lamanya.
Cita rasa yang disuguhkan brokoli ini lumayan unik, seperti ada rasa manis dan pahit bercampur menjadi satu diikuti dengan aroma sedikit amis logam karena adanya kandungan magnesium di dalamnya. Tidak semua orang menyukai rasa yang disuguhkan brokoli ini terutama anak-anak yang kadang terkenal dengan aksi GTM alias Gerakan Tutup Mulut atau mogok makannya yang biasanya dikarenakan hobi "pilih-pilih" jenis makanan yang ternyata tidak sesuai dengan keinginan mereka. Salah satu contohnya adalah anak saya sendiri, dulu dia makan apa saja yang saya sajikan termasuk brokoli, tapi saya tidak tahu alasannya mengapa tiba-tiba suatu saat dia mogok makan "brokoli" dan jika dimakan malah dimuntahkan kembali olehnya, saat ditanya mengapa dia berbuat demikian saya hanya mendapatkan jawaban yang singkat "tidak enak, afael ga mau yang gwin-gwin" hmm.. sungguh sangat tidak menyenangkan jika seperti ini. Saya harus memutar otak dengan keras bagaimana caranya supaya dia kembali menyukai si brokoli ini mengingat banyaknya kandunguan gizi dan lain-lain yang ada di dalam brokoli. Kebetulan anak saya suka sekali dengan yang namanya sosis, sosis yang instan tinggal diolah lebih lanjut dan tidak membuang waktu dalam proses pengolahannya tapi tentu saja ada kandungan pengawet makanan dan pengenyal sosisnya yang tidak begitu sehat bagi anak-anak jika dikonsumsi terus menerus. Akhirnya saya memutuskan untuk bereksperimen di dapur sekaligus belajar memasak seperti biasanya demi anak-anak saya tentunya. Saya mengkombinasikan si brokoli ini dengan sosis, ya sosis, sosis buatan sendiri tanpa pengawet dan pengenyal sosis. Terciptalah "Broccoli Chicken Sausage" ini buat anak-anak saya dan puji Tuhan mereka menyukainya.
Broccoli Chicken Sausage ini walaupun tanpa pengawet, bisa disimpan cukup lama di kulkas khususnya di freezer selama 2 bulan lamanya, untuk persediaan lauk "fast food" tinggal goreng atau tinggal diolah lebih lanjut misalnya dibuat campuran sup dan makanan lainnya. Jadilah ini sebagai salah satu menu andalan favorite saya untuk anak-anak saya apalagi saat pagi hari mempersiapkan bekal sekolah anak, saya tidak perlu lama menghabiskan waktu di dapur lagi jika ada persediaan makanan ini.
BROCCOLI CHICKEN SAUSAGE
Bahan :
1 mangkuk brokoli segar
250 gram dada ayam
1 butir putih telur
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
3 buah/cube es batu
1/2 sdt ketumbar (bisa menggunakan yang bubuk jika ada)
Garam secukupnya (perkiraan 1/4 sdt)
Lada secukupnya (perkiraan 1/4 sdt) bagi yang senang aroma lada bisa ditambahkan sesuai selera
Kaldu bubuk secukupnya (perkiraan 3/4 sdt) jika tidak mau terlalu asin bisa dikurangi sesuai selera
1 sdm tepung maizena
1 sdm minyak wijen
Cara Membuat :
- Campur semua bahan (kecuali tepung maizena dan minyak wijen) jadi satu dan dihaluskan di dalam food processor.
- Setelah setengah halus, masukkan minyak wijen dan tepung maizena, proses kembali sampai benar-benar lembut dan tercampur rata.
- Kemudian bungkus setengah adonan sosis menggunakan aluminium foil, bungkus memanjang membentuk bentuk sosis, gulung perlahan dan hati-hati. Ulangi sekali lagi untuk sisa adonan sosisnya.
- Panaskan panci pengukus, masukkan sosisnya dan kukus selama 30 menit, angkat dan dinginkan kemudian lepaskan dari bungkusannya.
- Sosis telah siap disimpan untuk persediaan makanan jangka panjang atau langsung dimakan saat itu juga setelah dikukus, bisa juga digoreng atau diolah lebih lanjut.
- Sosis goreng : Potong sosis sesuai selera, goreng di minyak panas dengan api sedang sampai berwarna kuning keemasan, angkat dan tiriskan.
Facebook : RaJa Kitchen
Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat bagi para pembaca, terimakasih 😊
Salam,
Penulis 😊

Tidak ada komentar:
Posting Komentar